Inggris Dilema Disektor Penyerangan - Infoskor.co

Agen Judi Poker Domino Online Indonesia

Inggris Dilema Disektor Penyerangan

Inggris Dilema Disektor Penyerangan

Infoskor Pelatih tim nasional Inggris Roy Hodgson diyakini Inggris dilema disektor penyerangan dan ia harus berpikir bagaimana seharusnya dapat memaksimalkan penyerangnya Harry Kane, Jamie Vardy dan Wayne Rooney di Piala Eropa 2016. Ingris menang melawan Portugal di pertandingan pemanasan terakhirnya, dan menimbulkan pertanyaan bagaimana cara Inggris memaksimalkan para pengerangnya ?

Pelatih tim nasional Inggris tersebut mengatakan sebelum pertandingan persahabatan melawan Portugal di stadium Wembley, ini merupakan perkiraan skuad pemain inti menjelan Piala Eropa 2016. Namun melihat penampilan tim nasional Inggris kemarin, masih banyak yang harus di benahi semisal tumpulnya para penyerang Inggris, Roy Hudgson harus memutar otak bangaimana cara memecahkan masalah tersebut.

Di pertandingan tersebut Chris Smaliing akhirnya dapat memecah kebuntuan di menit menit akhir babak ke dua, ini adalah pertandingan persiapan terakhir sebelum piala Eropa 2016 dimulai dengan cacatan kemenangan atas Portugal dengan di kartu merah nya Bruno Alves di menit 35. Melihat pertandingan tersebut ada sedikit harapan bagi para pendukung Inggris di Perancis nanti akan keberhasilan para penyerang tim nasionalnya.

Masalah utama yang dihadapi oleh Hudgson untuk menghadapi pertandingan ke depan adalah bagaimana cara memaksimalkan dua top skor di liga Primier di musim ini, Harry Kane dan Jamie Vardy, dan kapten tim Wayne Rooney.

Untuk pertama kalinya manajer Inggris mencoba untuk mamakai tiga pengerang langsung tersebut dengan formasi diamond Kane dan Vardy di depan di tunjang oleh Rooney sebagai penyerang lubang. Inggris mencoba segala cara untuk memaksimalkan kekuatan trio penyerangnya tersebut. Kane dan Vardy diposisikan di pusat penyerangan depan, agar dapat menyelesaikan dan membuat peluang mencetak gol, sedangkan Rooney akan memiliki waktu untuk membuka serangan atau membuka peluang bagi tim Inggris untuk membuat gol sebagai tugas nya pengatur serangan.

Diatas kertas, formasi tersebut terlihat sangat cerdas. Pada kenyataannya, formasi dengan tiga penyerang tersebut jauh dari harapan. Rooney sebagai pusat penyerangan tanpa adanya gelandang sayap dilapangan, Kane dan Vardy diharapkan membuka jalan untuk mengacaukan formasi pertahanan lawan agar terciptanya ruang gerak bagi para pemain lainnya ketika Inggris menguasai bola. Akibatnya para penyerang tersebut jadi jauh dari zona berbaya tim lawan, yang membuat Rooney kehilangan target untuk mengoper bola didepan.

Vardy hanya menyentuh bola lima kali pada babak pertama, Kane berhasil melakukan tembakan pelan tepat ke arah kiper dan tingkat akurasi pengoperan bola Rooney turun di bawah 60 persen. Ketiganya pun di ganti pada babak ke dua dikarenakan tidak adanya peningkatan serangan yang segnifikan.

“Sedikit mengecewakan”, seru Peter Taylor mantan pelatih sementara tim nasional Inggris. “pamin Portugal di kartu merah satu orang tapi Inggris tidak dapat memaksimalkan hal tersebut, Vardy telah mencoba membuka ruang dan tidak berhasil. Mungkin formasi yang diterapkan tidak berhasil. Banyak pemain belakang kami yang bermain terlalu kedepan akibatnya mempengaruhi kinerja tim. Kane dan Vardy bekerja keras untuk mendapatkan bola kembali sehingga harus turun sampai ke belakang yang membuat target di depan tidak ada. Dengan percoaan seperti itu masih membuat kami tetap bersatu.

Inggris Dilema Disektor Penyerangan

Bagaimana cara Inggris untuk memaksimalkan para penyerangnya di Piala Eropa 2016

Jadi apa pilihan Roy Hudgson ketika melawan Russia pada 11 juni nanti, atau ketika Inggris menghadapi lawan lawan di Piala Eropa 2016 ?

Coba lagi, pola memakasi tiga penyerang patut untuk di coba lagi, buat Roy Hudgson jangan putus asa. Karena formasi tersebut mungkin akan berhasil di Piala Eropa 2016.

Mainkan mereka bertiga di depan. Dengan formasi 4-3-3 dengan Kane di posisi tengah, Rooney dan Vardy beroperasi di sisi sisi nya. Ketiganya mempunyai pengalaman dan peran nya masing masing dalam membuka ruang dan peluang memcetak gol.

Hanya Kane dan Vardy di depan. Ini berarti membangku cadangkan Rooney dengan memakai formasi 4-2-2, Hudgson harus memilih kapten tim untuk menggatikan Rooney.

Kane didepan. Dengan formasi 4-2-3-1, posisi Rooney tetap sebagai penyerang lubang dan ditunjang oleh Raheem Sterling dan Dele Alli.

Kane dan Rooney di depan. Ini membalikan kembali posisi Rooney sebagai penyerang murni, mengingat penampilan dio posisi lini tengah nya di level klub kurang menyakinkan.

Ini semua adalah keputusan Roy Hudgson sebagai menajer tim nasional Inggris. Ia harus membuat keputusan penting mengenai peran Kane, Vardy dan Rooney untuk Piala Eropa 2016.

You may also like...

%d bloggers like this: